REPUBLIK TYCOON | Menuju World Class Internet Marketer

Republik Tycoon Rully Kustandar

From President of Republik Tycoon.

Selamat datang di Negerinya para Internet Marketer, Republik Tycoon.

Sahabat Tycooner, Republik Tycoon lahir karena desakan banyak pihak terutama sahabat-sahabat saya di berbagai komunitas dan Social Media, yang berharap diadakannya kembali Workshop Internet Marketing.

Selama 3 tahun terahir ini saya mendedikasikan diri untuk fokus serta menjadikan Internet Marketing sebagai profesi utama dan bagi saya Workshop bukanlah tujuan utama. Worksop adalah sarana untuk menciptakan “musuh-musuh”, sarana untuk berbagi dan mencari teman/sahabat. Makanya jangan heran kalau semua alumni workshop itu seperti sebuah keluarga besar.

Salah besar kalau sahabat sekalian menganggap saya ini pakar atau “jagonya” Internet Marketing, saya ini orang baru dibidang ini. Boro-boro ngerti teknis, bahasa Inggris aja pas-pasan (lihat tulisan saya di blog “Tetaplah Lapar dan Bodoh…”), makanya tidak benar juga ketika ada anggapan bahwa ikut Workshop Internet Marketing saya dijamin sukses. Sukses atau kaya itu bukan urusan saya, sukses dan kaya bukan saya yg menentukan.

ClickBank's Top Affiliates in 2010Memang benar bahwa selama 3 tahun terahir ini telah masuk lebih dari $3.000.000 ke Indonesia yg berasal dari Alumni Workshop termasuk saya. Memang benar juga, bahwa untuk pertama kalinya ada 4 orang Indonesia masuk ke jajaran 200 Orang ClickBank Top Affiliate Dunia Tahun 2010, salah satunya saya dan 3 lainnya alumni Workshop. Dan faktanya adalah, seseorang yg terpilih menjadi Clickbank Top Affiliate adalah mereka dengan penghasilan konsisten rata-rata di atas $1.000 per hari sepanjang tahun tersebut. Tapi sekali lagi, semua itu karena kerja keras dan ketekunan masing-masing. Ingat, ketekunan mengalahkan kepintaran…..

Sahabat Tycooner, harapan saya Forum Republik Tycoon akan memperluas jaringan dan persaudaraan kita semua. Tempat berbaginya para marketer, tempat kita saling bahu membahu berbagi pengalaman membangun kehidupan yang lebih baik. Semoga kita bisa menjadi keluarga yang lebih besar lagi…

Jangan heran kalau di halaman ini tidak ada satupun iming-iming sukses dan kaya, karena memang saya tidak mau dan bukan itu tujuan utamanya. Realistis saja, sukses dan kaya itu bukan saya yang menentukan, Anda sendiri yang menentukan. Jangan jadikan sukses dan kaya itu tujuan, karena pada dasarnya itu adalah bonus dari sebuah kerja keras dan ketekunan.

Read more »

2 votes, 5.00 avg. rating (99% score)
SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Cemerlang Di Usia Muda, Why Not?

Kuttab Cemerlang di Usia Muda 1Ketika Ibnu Sina berusia 17 tahun, dia diminta menyembuhkan Khalifah Nuh Ibn Al-Mansur – penguasa Dinasti Samaniah – karena ahli-ahli pengobatan yang ada saat itu tidak ada yang mampu melakukannya. Setahun kemudian pada usia 18 tahun dia sudah menguasai segala macam ilmu dari seluruh kitab-kitab yang ada di perpustakaan istana Samani yang sangat besar. Karena kecemerlangan sedari muda ini, sepanjang hidupnya dia berhasil menyelesaikan sekitar 450 buku – yang paling terkenal adalah Al- Qanun fi at Tibb yang menjadi rujukan di sekolah-sekolah kedokteran dunia barat sampai berabad-abad kemudian. Pertanyaannya adalah, dimana Ibnu Sina belajar semasa kecilnya?

Yang jelas Ibnu Sina tidak belajar dengan model generasi sekarang belajar, yang pada usia 17-18 tahun tamat SMA yang nyaris baru menguasai ilmu-ilmu serba dasar. Baca , tulis, berhitung, bahasa, fisika dasar, kimia dasar, biologi dasar dst.

Dia tentu juga tidak belajar di perguruan tinggi – model sekarang , dengan fakultas-fakultas yang hanya mengajari satu bidang saja, seperti pertanian saja, teknik mesin saja, hukum saja dan seterusnya. Salah satu kitab karya Ibnu Sina adalah Asy Syifa yang terdiri dari 18 jilid dan memuat berbagai macam illmu pengetahuan yang penting.

Read more »

3 votes, 5.00 avg. rating (99% score)
SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Gembili, Solusi Ketahanan Pangan Indonesia

GembiliUrusan Pangan, Urusan Siapa…?
Muhaimin Iqbal
Rabu, 29 February 2012 07:32

Meskipun masalah pangan adalah kebutuhan primer yang paling mendasar, ternyata perhatian terhadap pangan ini nampaknya tidak dianggap terlalu penting di negeri ini. Saya memperoleh gambaran ini dari pidato wakil ketua KPK – Bambang Widjojanto – dalam acara deklarasi Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di Jakarta semalam. Setelah saya cek langsung datanya dari situs resmi Direktorat Jendral Anggaran – Departemen Keuangan Republik Indonesia, gambarannya memang betul-betul menyedihkan.

Untuk pos yang dikelompokkan kedalam Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan; rata-rata 6 tahun terakhir hanya mendapatkan anggaran sekitar 1.63% dari anggaran belanja pemerintah pusat. Tahun ini dari anggaran belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp 954 Trilyun, hanya Rp 17.9 Trilyun untuk empat pos yang digabung jadi satu ini.

Read more »

4 votes, 5.00 avg. rating (99% score)
SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon