Penyebab Batuk dan Cara Mengatasinya

Batuk kelihatannya memang sepele, hampir setiap orang selalu mengalaminya dalam satu tahun. Saya termasuk orang yang demikian, dalam 6 bulan atau satu tahun pada saat pergantian musim biasanya terkena batuk, menyebalkannya lagi kalau saya sudah batuk maka bisa satu bulan baru sembuh.

Karena hal itu saya anggap wajar, maka setiap kena batuk saya hanya minum obat di pasaran saja, idola saya adalah Woods karena rasanya yang semriwing membuat tenggorokan lega.

Sekitar minggu kedua bulan juni lalu saya terkena batuk, dan sampai hari kemarin belum sembuh juga, padahal sudah lewat dari 3 minggu. Kalau saya baca di petunjuk penggunaan obat yang saya pakai, maka apabila batuk sudah lebih dari 2 minggu maka harus segera ke dokter. Tapi karena sudah biasa mengalami batuk seperti ini maka saya cuek saja, sampai akhirnya otot bagian antara perut dan dada saya terasa sakit karena harus menegang waktu batuk.

Setelah cukup menderita dengan batuk ini, akhirnya saya menyerah. Minggu sore saya pergi ke dokter Annisa, dokternya cantik sehingga saya jadi semangat hehehe. Sentuhannya juga lembut, seperti dokter sudah professional banget, saya jadi merasa nyaman diperiksa oleh bu dokter ini.

Sambil diperiksa ditanya-tanya juga, sudah berapa lama batuk, lebih dari tiga mingguan saya jawab. Pekerjaannya apa, saya di rumah aja dok… Terus dinasihati kalau pakai sepeda motor pakai masker yah… baik dok, tapi saya pakai sepeda motor juga jarang dok…

Terakhir dokter meminta saya menjulurkan lidah, dokter memeriksa dengan senter lidah dan tenggorokan saya, sebenarnya agak sungkan karena saya tadi tidak gosok gigi pergi ke dokternya :D

Setelah pemeriksaan ada sesi tanya jawab sedikit, dibilang oleh dokter kalau setelah minum obat yang diberikannya tidak juga sembuh batuk saya, maka diminta untuk rontgen dan periksa darah.

Sementara dalam tahap penyembuhan, saya dilarang makan Mie! Oh my God, padahal mie sedap adalah kesukaan saya! Sungguh hampa dunia ini tanpa mie Sedaap ini! Terus juga tidak diijinkan makan atau minum yang pedas, manis dan asam karena semua makanan tadi dapat memicu batuk! Aaah, kenapa semua kesukaan saya dilarang sih dok? Tapi OK lah, saya nurut saja agar sembuh!

So, bagi kamu yang batuknya belum parah-parah amat, cukup ikuti nasehat dokter di atas tadi mengenai makanan dan minuman, coba dihindari dulu pantangannya. Nanti kalau sudah sembuh boleh dipuaskan lagi makan-makannya.

Pulang dari dokter, obat langsung saya minum. Alhamdulillah malamnya sudah tidak batuk-batuk lagi… Trims dok…

Ternyata aku masih perlu dokter juga, selama ini aku merasa sok tahu dan lebih pinter dari dokter, aku beranggapan kalau batuk ini hanyalah masalah biasa saja… Coba kalau dari awal ke dokter, kan tidak harus berlama-lama batuk… Ya sudah lah, untuk pengalaman saja…

Jadi kesimpulannya: kalau batuk ke dokter saja, beres!

Penyebab Batuk dan Cara Mengatasinya
2 votes, 5.00 avg. rating (90% score)

2 Responses to “Penyebab Batuk dan Cara Mengatasinya

  • Batuk itu bikin badan jadi kurus, jadi kasihan kalau ada anak kecil yang batuk. Cape dengernya.

  • kasihan ponakanku batuk gak sembuh-sembuh, gak mau makan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose