




Ini dia biskuit legendaris Indonesia, aku kenal Khong Guan sih sejak kecil kalau tidak dari bayi… Kaleng kotak paling kiri di barisan belakang: Biskuit Gue Banget.
Jaman dulu ibu aku kerja di Bandung, dan kalau pulang lebaran oleh-olehnya pasti biskuit Kaleng Khong Guan. Satu kaleng isinya macem-macem, mulia dari kue coklat yang pakai selai di tengahnya, roti yang pakai gulali, roti marie, wafer yang dibungkus plastik, ada juga roti gabin (crakers) yang juga dibungkus plastik dan masih banyak lagi jenis roti di dalam kaleng ajaib ini.
Masih ingat roti yang paling jadi idola aku dan om aku adalah wafer, pasti jadi rebutan begitu kaleng dibuka. Kita korek-korek bongkahan roti sampai ketemu wafernya. Kalau wafer udah habis om aku sudah tidak tertarik lagi dengan kaleng biskuit ini, kemudian giliran aku yang menyantapnya sampai habis bersih dan licin itu kaleng. Sampai yang roti pecah kecil-kecilpun pasti aku habiskan.
Pada jaman aku di kampung dulu makan biskuit kaleng Khong Guan ini baru akan ketemu setahun sekali yaitu waktu orang dari kota pada pulang kampung yang umumnya di hari lebaran. Pokoknya oleh-oleh serasa tidak lengkap kalau tidak ada biskuit kaleng Khong Guan.
Mulai dari ibu aku sampai adik-adiknya kalau mudik lebaran pasti bawa biskuit kaleng. Saat ini sih udah banyak merek yang beredar, namun begitu merek Khong Guan tetap melekat di hatiku.
Saat aku sudah dewasa dan tinggal di Jakarta, biskuit ini juga tetap menggodaku. Kemarin waktu aku ke Alfamart aku sempetin beli satu kaleng kotak biskuit Khong Guan idola masa kecilku. Aku buka tutup kalengnya, dibawah tutup kaleng masih ada lagi kertas yang digunting-gunting dan dimasukkan plastik yang menutupi biskuit di bawahnya. Setelah penutup kertas dibuka maka menyembullah berbagai macam roti yang disusun rapi… Hmmm masih seperti dulu, tidak berubah. Sekali lagi mataku mulai tertuju pada dua bungkusan plastik kecil berbentuk kotak, ya ini dia wafer Khong Guan yang jadi rebutan. Tapi kali ini aku tidak berminat menikmati wafer, karena sudah tidak terlalu tertarik lagi dengan wafer karena seringnya makan wafer Tango.
Aku coba cicipi roti lain berwarna coklat, roti ini ada dua keping yang disatukan dengan perekatnya cream coklat. Aku gigit dan mulia mengunyah…. Hmmm masih sama rasanya sewaktu aku masih kecil dulu. Ya… Khong Guan memang idolaku… Aduh jadi inget kampung juga neh…
Incoming search terms: kong guan, khong guan biscuits, khong guan, Khong guan biscuit, biskuit khong guan, khong guan indonesia, khong guan gabin, khong guan biskuit, kunjungan pabrik biscuit, khong guan analisa, aku makan biskuit, informasi kunjungan ke pabrik biscuit, harga biskuit khong guan, email pabrik kue kaleng, biscuit khong guan email



Tadinya aku sih gak nge-fans ama almarhum mbah Surip, tapi karena sering keluar di spacetoon dan tvri lama-lama jadi suka juga lagu tak gendong. Tapi belum lama juga nge-fans simbah sudah pergi untuk selamanya…
Ketertarikanku pada mbah Surip bukan tanpa sebab, yang paling aku kagumi adalah dia bisa sukses dengan lagu yang menurutku sih syairnya asal jadi. Dari sini aku jadi berpikir, kalau simbah bisa sukses dengan lagu-laguan seperti itu, aku juga pasti bisa membuat lagu yang lebih keren
Tadi siang juga saya ada melihat komentar mas Tukul mengenai mbah Surip, ternyata simbah ini juga sumber inspirasi bagi Tukul. Konon menurut Tukul dia pernah putus asa mau pulang kampung, karena capek gak terkenal-terkenal. Tapi begitu melihat mbah Surip semangatnya tumbuh lagi, kata Tukul kira-kira bilang gini: “Mosok aku kalah, ini orang udah kakek-kakek aja berani dan gigih. Gak jadi ah pulang kampung”. Sampai akhirnya Tukul sukses besar seperti yang bisa kita saksikan saat ini.
Selamat jalan mbah Surip, semoga Allah mengampuni segala dosamu dan menerima amal ibadahmu, semoga Allah memberikan mbah Surip tempat yang paling mulia. Doaku menyertaimu Mbah, I Love You Full.


More Options ...
Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS


Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 