



Waktu itu umur saya mungkin baru 4 atau 5 tahun, ketika saya sudah mulai senang bermain dengan teman dan sudah mulai bisa mengingat peristiwa yang terjadi di sekitar lingkungan tinggal saya. Tempat saya di kampung, meski jauh dari bandara tapi setiap hari dilewati pesawat terbang yang meluncur jauh di atas langit sana. Pesawat angkut tersebut kelihatan sangat kecil, meskipun begitu suara gemuruh mesin tetap terdengar menggelegar. Saya masih bisa mengingat lagu yang biasa dinyanyikan saya dan teman-teman sewaktu kecil saat melihat pesawat, kira-kira seperti ini syairnya:
Montor mabur njaluk duite (kapal terbang minta uang dong)
Ora ulih tembak silite (kalau gak dikasih aku tembak ntar ekormu)
Kegiatan melihat pesawat terbang yang lewat hampir terjadi setiap hari, dan lama-lama menjadi sebuah hal yang biasa. Karena seringnya melihat pesawat yang lewat ini pula, maka saya menghayal dan membayangkan kalau nanti suatu saat bisa naik pesawat terbang. Saya menjadi sangat-sangat kepingin sekali, apalagi kalau ada orang dewasa yang bercerita tentang rasanya naik pesawat terbang, meskipun sebenarnya orang yang bercerita tersebut juga belum pernah naik pesawat terbang dan hanya mendengar cerita dari orang lain saja.
Incoming search terms: menghayal, Menghayal menjadi orang sukses, menghayal tidak baik untuk kesehatan, penyakit menghayal, Sebab menghayal, Sebab-sebab orang selalu Menghayal, Teman menghayal



Satu bukti lagi bahwa jurus cerdas berkebun emas adalah bahwa tabloid bisnis dan ekonomi nasional terkemuka ”KONTAN” membahas investasi ala Kebun Emas ini pada edisi terbaru yaitu Edisi 14 – 20 Desember 2009 dan menjadi Isu Utama yang dibahas pada kontan edisi ini.
Sedikit kutipan yang bisa kami sarikan adalah:
“Investasi ala Berkebun Emas sedang marak. Imbal hasilnya lumayan. Jurusnya menggunakan layanan gadai emas bank syariah dan Pegadaian, dan pas untuk jangka panjang. Tapi, investasi ini tetap ada risiko”
Hal-hal yang dibahas lebih lanjut dalam artikel ini adalah:
Untuk liputan lengkap dan penjelasan lebih mendetail anda bisa mendapatkan di tabloid kontan terbaru atau anda bisa dapatkan langsung ebook berkebun emas disini!
Sumber: copas dari blog tetangga berkebunemas.wordpress.com
Incoming search terms: janji laba kebun emas, tabloid kontan, tabloid kontan edisi 14-20 desember 2009, kontan kebun emas, mingguan kontan, kontan mingguan, kebun emas kontan, kontan tabloid, berkebun emas kontan, kontan berkebun emas, tabloid mingguan kontan, kontan, resiko kebun emas, koran kontan, tabloid kontan kebun emas



Plugin wordpress selain gratis juga up to date, tapi bagaimana kalau tiba-tiba proses updatenya tidak berhasil? Seperti contoh yang saya alami berikut ini:
Downloading update from http://downloads.wordpress.org/plugin/si-captcha-for-wordpress.zip.
Download failed. Operation timed out after 60000 milliseconds with 95568 bytes received
Saya mencoba update plugin capcha, tapi terkendala proses download yang selalu gagal. Ini cukup membuat saya pusing dan terpaksa mencari solusi dari masalah ini, dimana lagi kalau tidak di google…
Ternyata sumber dari masalah tersebut adalah karena blog saya hostingnya di hosting lokal Indonesia, atau IIX. Di satu sisi dari segi akses dalam negeri memang jago, wus wuz wuz, kenceng seperti Jupiter MX, tapi dalam masalah update-update-an bisa kalangkabut. Hal ini disebabkan bandwidth yang kurang memadai untuk melakukan download file plugin yang hostingnya di luar Indonesia. Kalau sudah begini terpaksa saya harus download manual file installer plugin dan menginstall dari wordpress dengan mode upload, sistem ini tidaklah efektif karena seharusnya wordpress versi 2.8 ke atas untuk proses update, baik update core wordpress maupun plugin cukup dilakukan dari dashboard saja. Begitu juga dengan install theme, cukup dari dashboard saja, jadi seolah-olah blog kita dihosting pada wordpress.com karena bisa langsung install ini itu langsung dari dashboard.
Incoming search terms: hosting internasional

More Options ...
Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS


Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 