Menghayal Kreatif


 Powered by Max Banner Ads 

Waktu itu umur saya mungkin baru 4 atau 5 tahun, ketika saya sudah mulai senang bermain dengan teman dan sudah mulai bisa mengingat peristiwa yang terjadi di sekitar lingkungan tinggal saya. Tempat saya di kampung, meski jauh dari bandara tapi setiap hari dilewati pesawat terbang yang meluncur jauh di atas langit sana. Pesawat angkut tersebut kelihatan sangat kecil, meskipun begitu suara gemuruh mesin tetap terdengar menggelegar. Saya masih bisa mengingat lagu yang biasa dinyanyikan saya dan teman-teman sewaktu kecil saat melihat pesawat, kira-kira seperti ini syairnya:

Montor mabur njaluk duite (kapal terbang minta uang dong)
Ora ulih tembak silite (kalau gak dikasih aku tembak ntar ekormu)

Kegiatan melihat pesawat terbang yang lewat hampir terjadi setiap hari, dan lama-lama menjadi sebuah hal yang biasa. Karena seringnya melihat pesawat yang lewat ini pula, maka saya menghayal dan membayangkan kalau nanti suatu saat bisa naik pesawat terbang. Saya menjadi sangat-sangat kepingin sekali, apalagi kalau ada orang dewasa yang bercerita tentang rasanya naik pesawat terbang, meskipun sebenarnya orang yang bercerita tersebut juga belum pernah naik pesawat terbang dan hanya mendengar cerita dari orang lain saja.

Hari , bulan, dan tahun berjalan. Singkat cerita saya mulai beranjak remaja dan mulai mengenal uang…

Karena pengaruh cerita dari orang dewasa, maka saya jadi menghayal dan berharap kalau-kalau suatu saat ada kopor yang jatuh dari pesawat dan berisi penuh dengan uang Rp 20ribuan, wah tentu aku akan menjadi orang kaya. Semakin hari hayalan ini semakin tinggi dan membuat saya menjadi sangat berharap akan adanya uang yang jatuh dari langit  yang berasal dari pesawat yang lewat.

Khayalan ini aku teruskan bahkan sampai aku dewasa dan menjadi mahasiswa hahaha! Namun lama-kelamaan seiring pengetahuan saya mengenai keamanan pesawat, maka saya akhirnya tahu bahwa menanti kopor berisi penuh uang Rp 100,000,- yang jatuh dari pesawat adalah Hil yang Mustahal! Namun karena belum ketemu ide lain yang lebih cemerlang untuk mendapatkan uang, maka dulu kadang khayalan itu masih sering juga muncul.

Hingga suatu hari, saya tidak tahu tepatnya, di televisi keluar berita tentang buronan koruptor bernama Edi Tanzil, yang korupsi uang triliunan rupiah, tidak tahu berapa tepatnya. Konon menurut cerita pak guru yang waktu itu ngajar di SMP atau STM saya, kalau uang itu dibelikan kerupuk kemudian ditata dan dibentangkan maka dari Sabang sampai Merauke bisa tertutup oleh bentangan kerupuk tersebut. Harga satu kerupuk pada saat itu kalau tidak salah Rp 50,- atau Rp 100,- agak lupa.

Kemudian muncul pemikiran kreatif dalam benak saya, kalau uang sebesar tersebut menjadi milik saya, tapi bagaimana caranya? Untunglah akhirnya muncul jawaban kreatif dari ide kerupuk Sabang sampai Merauke ini, yaitu jumlah penduduk Indonesia yang saat itu mencapai 135 juta (versi lagu Rhoma Irama), bagaimana kalau masing-masing dari penduduk Indonesia ini memberikan Rp 100,- kepada saya, pasti saya akan dapat banyak uang… hmm menarik… tapi bersambung yah, ini waktu dah abis… see you dolo!

Sambungan, 7 januari 2010, 23:12 WIB

Whoahhhhh….

Butuh waktu setahun untuk meneruskan tulisan ini hahaha!

So ceritanya Rp 100 kali sedikit saja yang mau, misal 1 juta orang saja, wah sudah Rp 100 juta, sangat memungkinkan karena 1 juta orang adalah kurang dari 1% nya 135 juta penduduk Indonesia, hmmm tambah menarik. Tapi gimana caranya ada 1 juta orang yang mau mengirim duit Rp 100 rupiah ke saya? Untunglah saya mengenal internet, sehingga pertanyaan itu segera terjawab.

Pemasaran affiliasi! Ya, daripada pusing memikirkan orang mengirim duit 100 rupiah ke saya, ditransfer pakai bank juga gak bakalan mau banknya mentransfer duit sebesar cepek rupiah ke rekening saya… Maka bagaiman caranya duit cepek ini bisa numpang lewat di produk yang saya jual. Kata jual saya tebalkan disini, karena memang saya hanya perlu numpang lewat njualin produk orang, bahkah saya tak perlu membikin produknya.

Singkat kata akhirnya saya berhasil menemukan produk yang bisa saya jual dan numpang lewat komisi 1% ke saya, ternyata bahkan tidak sampai jutaan orang yang numpang lewat pembelian lewat saya (lewat url affiliasi saya tepatnya), dan terkumpullah duit yang lumayan seger tiap bulannya… Tak usah saya bilang berapa ya, tapi gambarannya kalau dulu ingin jajan ke kantin di kampus aja mikir-mikir nanti sore apa yang mau dimakan… maka sekarang alhamdulillah bisa jajan sepuasnya. Mau ke restoran cepat saji seperti AW, kentucky, pizza hut ayo…, jajan sepuasnya sampai kuenyangpun dapur masih tetap bisa ngebul, apa yang mau di makan nanti sore, malam, pagi masih tetap terkendali.

Jadi seperti itulah pentingnya menghayal! Makanya ayo ayo ngayallll…!

Di buku kiat sukses apapun, khayalan atau impian, atau visi selalulah menjadi hal yang paling diutamakan. Saya beruntung bertemu teman dan buku-buku bagus seperti The Secret (ada dvd nya juga), novel berdasar kisah nyata seperti Negeri 5 Menara, dan Laskar Pelangi, serta buanyaaak lagi buku pengembangan diri selalu menekankan IMPIAN atau KHAYALAN sebagai materi utama, saya percaya pada teori dari buku-buku tersebut dan memang bekerja 100% di hidup saya.

Menurut The Secret dunia ini seperti katalog produk, kalau ada barang yang bagus pertama inginkanlah barang tersebut, bayangkan kita memilikinya, bayangkan dalam keadaan hati senang maka cepat atau lambat barang yang kita inginkan tesebut akan menjadi milik kita. Bila ingin menjadi lebih cepat maka tulislah keinginan tersebut dan tempel di dinding atau tempat yang setiap hari anda dengan mudah bisa melihat tulisan tersebut.

Ya, memang segala hal yang ingin kita miliki pertama dan utama sekali adalah kita harus MENGINGINKANNYA, membayangkan dalam pikiran dan masukkan dalam alam bawah sadar. Hal ini berlaku untuk segala hal, baik uang, rumah, istri, atau apapun. Jadi hati-hatilah dengan apa yang anda bayangkan.

Bagi yang ingin mendalami prinsip ini, coba deh tonton dvd The Secret, dan baca novel Negeri 5 Menara dan Novel Laskar Pelangi serta buku-buku pengembangan diri lainnya, dalam waktu singkat kita akan segera merasakan manfaatnya.

Akhirnya, sampai sudah di penghujung tulisan, oyah tadi (dulu tepatnya atau setahun yang lalu hehehe), saya ada cerita mengenai pesawat terbang, alhamdulillah sekarang sudah kesampaian kemana-mana naik pesawat. Ternyata ada benarnya juga apa yang dibilang orang-orang sok tahu di kampung dulu, bahwa naik pesawat terkadang ada juga terasa seolah seperti mobil yang berjalan di jalan berlobang, gak nyaman gitu rodanya loncat-loncat, ternyata memang iya kalau cuaca lagi berawan, naik pesawat tidak ubahnya seperti naik angkot di jalan berlubang, bahkan kadang lebih parah. Ahh, anda belum pernah naik pesawat? Maka segeralah BAYANGKAN dan INGINKAN, cepat atau lambat anda akan segera bosan hari-hari naik pesawat!

...
menghayal, Sebab menghayal, penyakit menghayal, penyebab sering menghayal, penyebab suka menghayal, kreatif mencari uang, Cerita menghayal, menghayal baik apa tidak, menghayal makanan, Menghayal tentang penyakit, menghayal tidak baik untuk kesehatan, pengaruh dari menghayal, aku menghayal menjadi orang sukses, penyakit sering menghayal, sambungan novel lima menara
SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Related posts:

  1. Tidak Kaya Backlink
  2. Uang Adalah Ide
  3. Bisnis Sampingan
  4. Informasi Forex Trading Untuk Pemula
  5. Toko Buku Online Bukuhemat.com

3 Responses to “Menghayal Kreatif”

  1. imam furqoi says:

    wah jdi tertarik neh sya jga dulu suka minta uang sma kapal yg lewat hehehe…..good q jd termotivasi lgi, thanks

  2. imam furqoi says:

    yhanks bos sya jdi termotivasi berkat anda…mhon motivasi terus.

  3. imam furqoi says:

    thanks ya bos q jd termotivasi neh

Leave a Response