Baru beli buku Ciputra, cakep banget isinya. Untuk preview bisa lihat di google books:
http://books.google.co.id/books?id=u2moda2qD_YC&printsec=frontcover
Back Cover:
Pengangguran dan kemiskinan adalah masalah yang masih bercokol di dunia abad ke-21 ini. Hal yang mengherankan adalah negara-negara yang sebagian besar penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan adalah justru negara-negara yang memiliki kekayaan alam melimpah.
“Entrepreneurship adalah faktor kunci yang hilang,” begitulah paparan Dr. Ir. Ciputra. Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Bangsa dan Masa Depan Anda memberikan jawaban bagaimana entrepreneurship sebagai faktor kunci bisa kembali diraih dan digunakan oleh seseorang maupun sebuah bangsa untuk membuka pintu keluar dari masalah pengangguran dan kemiskinan, bahkan bisa digunakan untuk membangun kesejahteraan.
Sebagai entrepreneur sejati. Dr. lr. Ciputra telah membukukan dirinya sebagai orang yang memiliki legitimasi untuk memberikan kunci jawaban atas tantangan tersebut. Dengan permulaan yang sangat sederhana, Ciputra telah berhasil membangun tiga grup raksasa dalam dunia properti: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group dengan lebih dari 14.000 karyawan.
Melalui pengalaman pribadinya mengembangkan ketiga grup raksasa tersebut, Dr. Ir. Ciputra memaparkan dengan jelas bagaimana pengalamannya ini juga bisa dimiliki oleh banyak orang.
Berikut sekilas isinya:
Kotoran dan rongsokan dapatkah diubah menjadi emas?
Kotoran dan rongsokan dapatkah diubah menjadi emas? Berangkat dari kemiskinan dapatkah berubah menjadi kelimpahan? Memulai tanpa modal atau nol fasilitas dapatkah menjadi entrepreneur sukses? Saya bersama-sama dengan jutaan entrepreneur lain di seluruh dunia percaya bahwa itu bukan sebuah kemustahilan. Menciptakan uang tanpa uang adalah kisah nyata para entrepreneur sejati. Saya sendiri berangkat dari masa kecil penuh kekurangan, kemiskinan dan penderitaan. Saya harus memulai bisnis hanya dengan modal “otak”, “keringat” dan doa, tidak ada modal uang atau fasilitas khusus. Potret masa kecil dan masa sekolah saya tidak menggambarkan sama sekali apa yang telah saya capai saat ini.
Saya lahir di Parigi pada tanggal 24 Agustus 1931 dan dibesarkan di sebuah desa bernama Bumbulan. Saya yakin sebagian besar dari pembaca fidak tahu di mana tepatnya Parigi dan Bumbulan. Bumbulan terletak 150 km dari kota Gorontalo. Semasa kanak-kanak, keluarga kami memiliki rumah sekaligus toko kelontong. Kehidupan masa kecil saya adalah kehidupan seorang anak desa yang bahagia sampai terjadi sebuah tragedi di tengah keluarga kami. Ketika saya berusia 12 tahun, ayah tercinta ditangkap dan dipenjarakan tentara penjajah dengan sebuah tuduhan palsu menjadi mata-mata Belanda. Tidak lama kemudian ayah wafat di dalam penjara di Manado. Saya bukan saja kehilangan ayah. Toko kelontong kami ditutup Jepang. Kami hijrah ke desa kecil Pepaya, 7 km dari Bumbulan. Saya menjadi anak yatim, keluarga kami berubah menjadi miskin. Saya bahkan tidak tahu di mana makam ayah, sampai hari ini.
Akan tetapi, saya optimis mampu mengubah penderitaan menjadi kemakmuran. Untuk menuju ke sana, saya menempuh perjalanan sulit: berbatu-batu, terjal dan berduri. Hidup saya saat ini membuktikan bahwa saya sudah beralih dari kemiskinan ke kesejahteraan, tidak sekadar menjadi tidak miskin.
Inilah sebabnya buku ini saya namakan Quantum Leap atau lompatan jauh ke depan. Contoh hidup saya dan kehidupan para entrepreneur sukses lainnya dari berbagai belahan dunia membuktikan bahwa kemiskinan, kemelaratan bisa dipatahkan dengan menggunakan kecakapan entrepreneurship. Saya tidak bercanda. Kesejahteraan dan kelimpahan akan tercipta apabila kita sanggup mengubah “kotoran” dan “rongsokan” menjadi emas Inilah intisari kecakapan entrepreneurship yang saya maksud.
Fakta Tragis: Emas jadi “Kotoran” dan “Rongsokan”.
Bila “kotoran” dan “rongsokan” dapat diubah menjadi emas, sebaliknya sesuatu yang bernilai emas bisa berakhir menjadi “kotoran” dan “rongsokan” manakala tidak terdapat kecakapan entrepreneurship. Tanpa kecakapan ini kotoran akan tetap jadi kotoran, rongsokan akan tetap jadi rongsokan dan yang paling menyedihkan “emas-emas”, berupa kekayaan alam malah berubah jadi kotoran dan rongsokan. Emas hijau kekayaan hutan tropis malah berubah jadi gurun. Emas hitam minyak bumi berubah menjadi uang pembeli mesiu untuk perang saudara. “Emas-emas” di gunung, di laut dan di hutan-hutan adalah sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui yang bisa habis tanpa bekas dan menyisakan penderitaan bila para pengelola kekayaan tidak tahu bagaimana mengubah kotoran dan rongsokan menjadi “emas” bagi kesejahteraan masyarakat.
“EMAS HITAM” YANG GAGAL MENJA-DI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Robert Collier dari The San Francisco Chronicle melaporkan bahwa di Cabimas, jantung wilayah Danau Maracaibo, Venezuela, yang menghasilkan minyak mentah US $ 13 miliar per tahun, dengan mudah diketemukan pengangguran dan kemiskinan. “Gali lubang di mana saja, maka keluar minyak. Dan, berapa banyak yang kita peroleh? Kita hampir tidak mendapatkan apa-apa,” kata Fredy Valero, 25, narasumber Collier. Salah seorang pekerja minyak yang bekerja serabutan, dan tidak jarang menganggur daripada hidup sejahtera.
Kenyataan bahwa sekalipun kita memiliki sumber daya alam berlimpah tetapi tetap miskin adalah kebenaran yang ironis jika kita berangkat dari paradigma “kotoran dan rongsokan yang dapat diubah menjadi emas”. Seharusnya, bila sudah ada modal yang tersedia maka bukan hanya segenggam emas yang dapat dibangun namun segunung emas atau kesejahteraan bagi seluruh warga. Apakah itu seluruh warga dari sebuah keluarga, komunitas, ataupun seluruh warga negara dari sebuah bangsa. Kita kurang berhasil menjadikan “tambang-tambang emas” kita menjadi kesejahteraan yang lebih luas karena kita tidak memiliki kapasitas sumber daya manusia yang cukup jumlahnya untuk mengolah sumber-sumber alam yang kaya sehingga memiliki nilai tambah yang maksimum.
Singapura: Mengubah Kotoran dan Rongsokan Menjadi Emas
Negara Singapura yang dalam peta Asia atau dunia hanya sebuah titik kecil ternyata menjadi salah satu negara makmur di dunia. Titik awal mereka tidak banyak berbeda dengan banyak negara lain di dunia. Lihatlah foto Singapura 50 tahun yang lalu dan bandingkan dengan foto Jakarta dan ibu kota negara-negara berkembang lain pada tahun yang sama. Tidak banyak berbeda. Pada masa itu Singapura belum memiliki sistem transportasi, perdagangan ataupun perumahan secanggih sekarang.
Bandingkanlah kini prasarana umum, perumahan rakyat dan kualitas kehidupan rakyat Singapura dan sejumlah negara lain. Dengan mudah kita temukan perbedaan yang kontras. Sebagai contoh di Singapura hampir seluruh rakyat berhasil memiliki setidaknya sebuah rumah. Sebaliknya di banyak ibu kota negara berkembang lain kampung-kampung kumuh masih mudah kita temukan. Apa rahasianya? Menurut hemat saya, salah satu unsur penting adalah karena negara ini memiliki banyak pemimpin yang memiliki kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Aspek lain, Singapura minim korupsi. Dimulai sebagai negara miskin bukan berani menjadi miskin terus-menerus. Kemiskinan di suatu negara dapat dipunahkan jika para pemimpin bangsa dan generasi usia kerja bangsa tersebut juga memiliki kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas.
DUBAI: Pemimpin dengan Gaya CEO Bisnis
Majalah Time mengulas keberhasilan Dubai di Timur Tengah. Majalah Time menyebutnya sebagai “The Singapore of the Middle East” karena tanpa banyak memiliki minyak mentah ekonomi negara ini telah bertumbuh hampir tiga kali mencapai nilai 34 miliar dollar AS hanya dalam jangka waktu satu dekade. Sekarang negara emirat ini menjadi pusat turisme Timur Tengah dan menjadi Wall Street dari negara-negara Teluk Persia. Siapakah tokoh di balik sukses Dubai? Apa rahasianya? Majalah Time mengetengahkan peran penting Sheik Mohammed bin Rashid al-Maktoum, pemimpin Dubai yang dikatakan telah mengelola negaranya seperti mengelola sebuah perusahaan “he runs the emirate like a corporation”. Ini menunjukkan bahwa untuk para pemimpin bangsa dan pejabat pemerintah kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas menjadi kunci keberhasilan mereka. lnilah sebuah contoh dari seorang government entrepreneur.
Kecakapan Entrepreneurship Bukan Hanya untuk Bisnis.
Contoh di Dubai setidaknya menunjukkan. seseorang dengan kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas atau kecakapan entrepreneurship tidak selalu memiliki pekerjaan sebagai pemilik bisnis. Lalu, apa yang membedakan? Yang menjadi beda utama adalah tujuan mereka. Seorang business entrepreneur tentu sangat wajar bertujuan mencari laba untuk meningkatkan “wealth” dari para pemegang saham. Oleh karena itu laba menjadi sebuah ukuran keberhasilan yang sangat penting. Namun itu tentu bukan tujuan dari seorang social entrepreneur yang mengelola sebuah panti asuhan dan itu juga bukan tujuan seorang govemment entrepreneur yang ingin meningkatkan kesejahteraan warganya.
Dalam pengamatan saya, terdapat empat kategori entrepreneur. Kategorl pertama adalah Business Entrepreneur. Dalam kelompok ini bisa dibagi menjadi dua yaitu Owner Entrepreneur dan ProfessrbnaIEntrepreneun Owner Entrepreneuradalah para pencipta dan pemilik blsnls. Adapun Professional Entrepreneur, adalah orang-orang yang memiliki daya wirausaha namun mempraktikkannya dl perusahaan milik orang lain. Walaupun mereka orang “gajian” pola pikir dan cara kerja mereka tetap seperti seorang entrepreneur sejati. Di beberapa literatur lain orang seperti ini disebut sebagai lntrapreneur.
Kategori kedua adalah Govemment Entrepreneur, sebagai contoh adalah Lee Kuan Yew, mantan Perdana Menteri Singapura. la adalah seorang pemimpin yang mengelola dan menumbuhkan Singapura dengan jiwa dan kecakapan wirausaha. Lee Kuan Yew paham kewirausahaan dan sekaligus fasih mewujudkan entrepreneudal govemment. Apa yang terjadi dl Singapura selama kepemimpinannya adalah salah satu buktinya.
Gimana? Cakep kan? Buruan beli bukunya di toko buku terdekat!
...
Dua cara menghasilkan uang gratis dari internet bersama Marketiva.com:
- Buka account, maka anda mendapatkan uang tunai $5, tradingkan sampai untung, maka keuntungan bisa anda tarik.
- Buka account, trading di desk virtual (uang mainan), apabila anda menjadi juara bulanan atau tahunan maka anda akan mendapat hadiah uang betulan sebesar $30 untuk master of the month, dan $500 untuk master of the year.
Anda tidak perlu memilih, kedua cara diatas bisa anda jalankan bersamaan untuk menghasilkan uang dari internet. Silakan buka account DiSiNi, dan lengkapi identifikasi dengan cara upload KTP atau Passport atau SIM anda agar nanti hadiahnya bisa anda tarik ke rekening bank atau ecurrency milik anda.
...
entrepreneurship adalah, CIPUTRA QUANTUM LEAP, mengapa entrepreneurship penting bagi suatu negara, apa itu quantum leap, makalah entrepreneur, quantum leave, quantum leap ciputra, quantum leaf mengubah rongsokan menjadi emas, cari buku ciputra quantum leap, masa kecil ciputra, pentingnya entrepreneurship bagi suatu negara, mengapa entrepreneur penting bagi masa depan suatu negara, quantum leap untuk kesuksesan, masa lalu ciputra, kekayaan ir ciputra
Related posts:






Recent Comments