



“Cara jualan kamu kuno !” Demikian kata seorang pengusaha senior kepada saya ketika kami sedang berbuka puasa bersama, bulan Ramadan lalu. Saya tergagap. Wah, baru kali ini ada yang mengatakan demikian tentang model bisnis saya. Tapi berhubung beliau jauh … jauh … jauh … lebih berpengalaman dibanding saya, dengan usaha yang skala nya ratusan kali lipat usaha saya, saya tidak punya pilihan lain selain mendengar kritikan beliau. Saya menahan nafas menunggu kalimat beliau berikutnya.
Beliau menambahkan, “Kalau kamu bisnis IT, nyuruh pelanggan beli produk, itu bisnis jaman dulu”. Saya mulai paham. Karena beberapa pelanggan saya ada yang memang menggunakan pola pembayaran bulanan atau sewa. Tidak mau kalah saya langsung berkomentar: “Kalau sewa atau bayar biaya bulanan bagaimana Pak?” Beliau menjawab: “Itu lebih baik. Tapi itu sekarang juga sudah kuno!” Nah ini bikin saya kaget lagi. “Yang gak kuno gimana dong Pak?”, saya makin penasaran. “Yang gak kuno itu kalau pelanggan gak usah bayar !.” Nyaris saya lompat dari kursi. Gratis? Musti bayar gaji karyawan dari mana? Beliau hanya tertawa-tawa, membuat saya makin penasaran.
Seolah “Law of Attraction” bekerja keras untuk saya. Dua minggu kemudian tanpa sengaja saya nemu buku baru karya salah satu penulis favorit saya Chris Anderson, judulnya: “Free: The future of radical price”. Ya, pengusaha senior tadi ternyata benar! Masa depan ternyata ada pada harga nol, alias gratis. Pelanggan gak usah bayar.
Incoming search terms: marketiva benar-benar membayar gak?, penemu pisau cukur



JADI KAYA RAYA DAN FINANCIAL FREEDOM SECARA ISLAM
Digali dari kemapanan ekonomi sahabat Rasulullah SAW
Assalamu ‘alaikum wr wb,
Ba’da tahmid was sholawat
Salam Berkah…
Kebebasan Finansial (Financial Freedom) sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Inti dari kebebasan finansial adalah adanya jaminan pendapatan yang kontinyu (passive income) dan jaminan finansial di hari tua. Dari terminologinya dan dari ide ini bermula, terkesan istilah ini seperti baru muncul pada belakangan ini, tapi sesungguhnya, Financial Freedom secara hakiki dan prakteknya bahkan sudah dilakukan para sahabat Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu.
“Ah, terang saja, kan para sahabat adalah manusia yang tidak bergantung pada uang karena mereka adalah orang yang zuhud!” mungkin itu yang terbersit dalam pikiran sebagian dari kita. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah “FAKTA” bahwa para sahabat telah mengalami Financial Freedom dengan definisinya seperti yang juga dipahami saat ini.
Dalam sejarah tercatat, Umar bin Khattab RA ketika wafat meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta (perkiraan konversi ke dalam rupiah). Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan!!!. (Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khattab ra, penerbit Khalifa, hal. 47 & 99)




Ada obrolan dengan teman mengenai bisnis yang belum sempat saya tulis, siang ini semoga bisa selesai aku menulisnya. Intinya mengenai strategi menjadi manusia yang sejahtera dan barakah dalam waktu 3 tahun ke depan, inilah proyeksi bisnis dan investasi yang akan aku jalani.
Pertama aku ingin investasi di emas, sedang menghitung di antara qirad dan metode berkebun emas mana yang lebih menguntungkan. Kalau kebunemas.com kita bisa beli emas menggunakan uang bank, dan hasil akhirnya bisa 150% dari modal yang ditanam. Hasil ini lebih besar 50% apabila kita beli dan simpan sendiri emasnya.
Sementara untuk qirad dinar emas pertumbuhan pertahunnya mencapai 6-12 persen, kalau diproyeksikan ke Rupiah bisa sekitar 40-60% karena nilai dinar umumnya selalu lebih tinggi kalau dikonversi ke rupiah.
Sambil berinvestasi, saya juga akan merintis bisnis agen gas dan air galon Aqua. Kedua bisnis ini dipilih karena repeat ordernya jelas, untuk aqua gallon satu keluarga minimal 2 gallon dalam satu minggu, untuk gas minimal 1 kali dalam sebulan. Dengan melayani lebih banyak orang/keluarga maka putaran keuntungan diproyeksikan bisa menutupi beban tetap dan masih surplus.
Setelah modal cukup, maka take over bisnis yang sudah jalan, saat ini yang sedang aku lirik adalah minimarket Alfamart atau Indomart, kemudian mendirikan PT yang menaungi bisnis minimarket yang aku take over tersebut sehingga pembukuannya bersih dan bankable. Setelah itu langsung investasi di property untuk mendapatkan cashflow bulanan dan capital gain. Proyeksi aku pada tahun 2012 aku sudah takeover 5 minimarket dengan keuntungan bersih Rp 100 juta per bulan dan memiliki 5 property sewaan dengan cashflow bersih Rp 2 juta per bulan. Amiin ya Rabbal Alamiin.
Jadi langkah yang aku tempuh sekarang adalah belajar sebanyak banyaknya mengenai bisnis, investasi emas dan property sehingga pada saatnya nanti segala sesuatunya sudah siap. Ingat pepatah apabila murid telah siap maka guru akan datang sendiri, dan itu sudah sangat sering saya buktikan dalam menjalani hidup ini.
Incoming search terms: bisnis aqua galon, cara jadi distributor aqua, bisnis aqua, agen aqua galon, usaha aqua galon, take over indomaret, cara menjadi distributor aqua, indomaret take over, modal menjadi agen gas, usaha galon aqua, distributor aqua galon, take over alfamart, keuntungan take over, menjadi agen aqua, menjadi agen air minum aqua

More Options ...
Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS


Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 