Emas Bisa Tembus $4000/oz… Hati-hati !!

kebunemasSenin, 5 Sept malam…

Saya sedang mengulik2 data riset tentang pergerakan emas selama ratusan tahun untuk persiapan Workshop Hujan Emas 2 Okt nanti, ketika tengah malam itu mendadak harga spot gold New York tembus USD 1900/oz 2 kali, bahkan sempat flat line cukup panjang di USD 1900,30/oz s/d penutupan di 4 Sept wkt NY.

Malam itu juga kebetulan hasil pengolahan data di tangan saya menunjukkan bukan tidak mungkin harga emas bisa tembus di USD 4000/oz dlm wkt 3-4 thn yg akan datang. Kaget ?

Karena itu ketika sempat ada koreksi tajam di pembukaan pasar 5 Sept pagi wkt NY, saya cuma tertawa kecil : koreksi becanda hehe. Dan benar dlm wkt kurang dr 1 jam langsung bounce back…

Read more »

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Sekolah Untuk Apa?

Seputar-indonesia.com – Thursday, 07 July 2011

Sekolah Untuk Apa? – Rhenald Kasali

Beberapa hari ini kita membaca berita betapa sulitnya anak-anak mencari sekolah.Masuk universitas pilihan susahnya setengah mati. Kalaupun diterima, bak lolos dari lubang jarum. Sudah masuk ternyata banyak yang ”salah kamar”.

Sudah sering saya mengajak dialog mahasiswa yang bermasalah dalam perkuliahan, yang begitu digali selalu mengatakan mereka masuk jurusan yang salah. Demikianlah, diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) masalah, tidak diterima juga masalah. Kalau ada uang bisa kuliah di mana saja.

Bagaimana kalau uang tak ada? Hampir semua orang ingin menjadi sarjana, bahkan masuk program S-2. Jadi birokrat atau jenderal pun sekarang banyak yang ingin punya gelar S- 3. Persoalan seperti itu saya hadapi waktu lulus SMA, 30 tahun lalu, dan ternyata masih menjadi masalah hari ini.

Read more »

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Passport

PassportJawapos, 8 Agustus 2011.

PASSPORT – By Rhenald Kasali

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.

Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki “surat ijin memasuki dunia global.”. Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.

Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.

Read more »

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon