Mengintegrasikan dan Mensinkronkan Kurikulum Pendidikan

Semua yang pernah membandingkan pendidikan di Indonesia dan negara maju, tahu benar bahwa beban pendidikan di Indonesia jauh lebih berat dari negara maju sekelas Amerika, Eropa Barat atau Jepang.

Lucunya, sudah beban pelajar Indonesia lebih berat dari negara maju, kualitas lulusan kita jauh di bawah negara-negara maju. Tanpa perlu penyelidikan yang mendalam tentu dengan mudah kita bisa simpulkan ada yang salah dengan kurikulum pendidikan kita.

Terlalu banyak yang ingin diajarkan, tapi tidak tahu prioritas, sehingga yang tidak perlu justru dimasukkan dalam kurikulum, yang perlu justru tidak dimasukkan. Cara yang termudah untuk menyelematkan generasi kita ya kurikulum harus diubah, tapi masalahnya, solusi yang sebenarnya mudah ini justru sulit sekali. Tidak mudah bagi pembuat kebijakan pendidikan menemukan kata sepakat.

Read more »

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Parentivasi: Menyiapkan Generasi Untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan Anak-Anak (no Excuse for Parenting!)

Salah satu kesalahan terbesar parenting dan edukasi adalah terpaku pada masa kini sehingga tidak benar-benar menyiapkan anak-anak untuk menghadapi persaingan di masa depan. Padahal program pendidikan dan parenting baru akan terpakai 20 tahun mendatang, sehingga kalau kita mengacu pada masa kini mungkin 20 tahun mendatang anak-anak kita jadi anak yang ketinggalan zaman.

Apa yang penting sekarang mungkin akan basi 20 tahun mendatang sebaliknya apa yang sekarang tidak penting mungkin menjadi kebutuhan pokok di masa mendatang. Apa yang sekarang bukan masalah mungkin 20 tahun mendatang akan menjadi masalah besar.

Apakah anak-anak kita akan siap menghadapinya?

Bahkan yang sekarang masih remaja atau mahasiswa mungkin juga akan menemukan masalah 20 tahun mendatang kalau tidak disiapkan dari sekarang.

Di bawah ini adalah sedikit kemungkinan yang mungkin akan dihadapi anak-anak kita di masa depan, dan orang tua dengan No Excuse! harus mempersiapkan anak-anak, dengan apapun yang ada.

Read more »

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Ikan Wader atau Ikan Bilis yang Gurih!

RINDU TERI

Ekspor teri dari Tarakan, Kalimantan Timur ke Negara-negara Timur Tengah meningkat. “Untuk Kuwait saja setiap bulan saya kirim satu container,” kata seorang eksportir ikan teri. Pertanyaan kita, mengapa ekspor ke Timur Tengah meningkat? Siapakah konsumennya? Apakah itu pertanda bahwa jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) terutama tenaga kerja wanita (TKW) di Timur Tengah bertambah terus? Jadi semakin banyak yang rindu pada teri?

Dalam beberapa kasus naiknya ekspor terasi, petis, petai, dan makanan khas lain, memang terkait dengan semakin banyaknya warga Indonesia di luar negeri. Betulkah hanya orang Indonesia, khususnya yang berasal dari desa, suka makan teri? Ternyata tidak! Di seluruh penjuru bumi, konsumsi teri terus naik. Manusia suka pada makanan yang enak. Ikan teri atau anchovy sudah berabad-abad menjadi kegemaran manusia.

Mendunia
Teri bukan hanya dinikmati di dusun-dusun dan perkantoran yang kumuh, tapi juga di lapangan golf dan kapal pesiar yang mewah. Bermacam resep memasak teri sudah dilansir sejak zaman pergengahan. Kampiun penggemar teri, konon, adalah masyarakat Perancis Selatan.

Read more »

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon